19 Nov 2013

Terminologi al quran Allah maha pengampun


Dari akar kata ghafara ini terlahir beberapa kalimat derivasinya yang menjadi sebutan sifat Allah yaitu al ghafuur, al ghaffar, al-ghaafir. Didalam al Qur'an kata al ghafuur terulang 91 kali, jauh lebih banyak daripada kata al-ghaffar yang terulang 5 kali, biasanya sifat Allah dari akar kata ini dikaitkan dengan al-hali, ar-rahiim dan al 'afwu dan lain lain, hanya terdiri dari 2 kata saja yang berdiri sendiri

dirangkaikannya kata al-Ghafur dengan ar-rahim memberikan kesan dan pemahaman bahwa sifat pengampun dalam pengertian ampunan Allah diberikan tidak terlepas karena kasih sayang-Nya terhadap hambanya

al-ghafir memberikan kesan bahwa pengampun adalah sifat yang melekat pada tuhan, tanpa mempertimbangkan apa yang diampuni atau aib apa yang harus ditutupi. Sedangkan al-ghaffar lebih bermakna mengampuni dan menutupi aib hambanya di dunia, berbeda lagi dengan al Ghafuur yang berarti menutupi aib di akhirat. Begitulah kira-kira pendapat 'Ibn 'Arabi mengemukakan

al-ghaffar bisa juga berarti berulang ulang atau lebih luas cakupan ampunannya, makna al-ghaffar lebih kuat dari pada al-ghafuur.

15 Des 2012

Terminologi cinta dalam Al Quran 2

Terminologi cinta dalam Al Quran bagian ke-2 ini merupakan lanjutan posting terminologi Al Quran yang pertama silahkan membaca terlebih dahulu Terminologi cinta dalam Al Quran. Untuk melengkapinya maka postingan ini membahas mulai nomor lima hingga delapan. Adapun penjelasannya adalah sebagai berikut;

5. Kulfah
Cinta menggunakan kata kulfah dipergunakan dalam terminologi cinta yang disertai kesadaran untuk mendidik kepada hal hal yang dipandang positif meski sulit, seperti kecintaan orang tua kepada anaknya menyuruh mandi, gosok gigi, membersihkan kamar tidur, atau menyuruh belajar dan lain sebagainya. Jenis cinta menggunakan kulfah ini biasanya dipakai oleh Al Quran ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya. Dalam Al Quran surat al Baqarah[2] : 286 

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya & ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. …”

6. Ra’fah
Ra’fah mempunyai arti kasih sayang yang dalam hingga mengalahkan norma kebenaran, misalnya karena kasihan kepada pasangan hingga tidak membangunkan sholat, membelanya meskipun salah dan seterusnya. Terminologi cinta menggunakan ra’fah ini dipakai ketika membicarakan, karena kecintaannya terhadap sesuatu hingga berbuat sesuatu tidak adil, contoh dalam kasus hukuman bagi pezina, terdapat dalam al Al Quran surat An-Nuur[24]: 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ.
Perempuan yang berzina & laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, & janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.

7. Shobwah
Yaitu cinta buta, cinta yang mendorong pemiliknya ber-prilaku menyimpang tidak sanggup mengelak darinya. Al Quran. Al Quran menggunakan term ini ketika mengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdo’a agar dipisahkan dengan Zulaikha yang selalu menggodanya (mohon dimasukkan ke dalam penjara), sebab lama-kelamaan akan tergelincir ke dalam perbuatan yang tidak penting atau dengan kata lain tindakan bodoh. Allah berfirman dalam Al Quran surat Yusuf[12]: 33

قَالَ رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ.
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) & tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh."

8. Syauq
Syau yang berarti rindu, term ini bukan dari Al Quran tetapi dijumpai dalam hadits, yang berkaitan dengan surat al Ankabut: 5

مَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّهِ لَآتٍ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Kalimat rindu yang menggunakan syauq itu kemudian diungkapkan dengan do’a mas’tsur yang berbunyi waas’aluka ladzzata an nadhori ila wajhika wa as syauqa ila liqaika (aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah-Mu & nikmatnya kerinduan berjumpa denganmu